Kamis, 27 Januari 2011

CROP CIRCLE


Lingkaran tanaman (dari bahasa Inggris:Crop circles) adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola-pola tersebut kini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada hanya bentuk lingkaran. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah lingkaran tanaman ini masih dipertahankan.
Mereka yang mempelajari fenomena lingkaran tanaman ini sering disebut juga dengan istilah "cerealogis", dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan cereolog. Para Cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu agriglif.
Fenomena "lingkaran tanaman" seringkali dikait-kaitkan dengan isu Benda Terbang Aneh atau UFO, atau makhluk luar angkasa.

Daftar isi

[sembunyikan]

Fenomena di Indonesia

Pada hari Minggu tanggal 23 Januari 2011 pukul 17.00 WIB, pihak Kepolisian Republik Indonesia di sektor Berbah, Yogyakarta mengkonfirmasi munculnya lambang misterius berdiameter 70 meter yang dicurigai terkait dengan isu BETA atau makhluk luar angkasa yang dikenal dengan sebutan lingkaran tanaman atau crop circle di daerah persawahan di Gunung Suru, Jogotirto, Berbah, di Sleman. Pihak kepolisian yang menyelidiki menduga bahwa lingkaran tanaman tersebut dibuat pada hari Sabtu malam sebelumnya, dan telah mengabadikan foto langka tersebut sebagai dokumentasi. Lingkaran tanaman di ladang tersebut diyakini sebagai kejadian fenomena lingkaran tanaman yang pertama di Indonesia dan kemudian ramai disaksikan para warga sekitar tempat kejadian tersebut. Para warga sekitar meyakini lambang tersebut adalah simbol pendaratan pesawat BETA dari planet lain. [1] Selain kesaksian tentang pesawat makhluk asing [2], terdapat berbagai kesaksian dari warga sekitar tentang penyebab fenomena tersebut, seperti SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) milik PLN, maupun sebuah angin puting beliung terlihat naik turun di ladang tersebut dan membentuk lambang misterius tersebut. [3]

Tanggapan ilmuwan

Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa lingkaran tanaman tidak disebabkan UFO, melainkan buatan manusia. Menurut Thomas, Fenomena yang sama di banyak negara lain membuktikan bahwa lingkaran tanaman adalah rekayasa buatan yang tujuannya dapat sebagai karya seni, komersial, maupun hanya lelucon kreatif. Sesuatu yang mudah untuk menjalankan fungsi monopoli oleh pemerintah, yang tentunya untuk pendidikan rakyat menuju bangsa yang cerdas dan berakhlaq. Meski pola yang digambarkan lingkaran tanaman terkadang terlihat rumit dan susah, banyak orang yang membuat lingkaran tanaman di berbagai negara-negara lain. [4]
Thomas sendiri mengkonfirmasi bahwa LAPAN tidak akan mengirim tim untuk menyelidiki fenomena lingkaran tanaman yang terjadi di Sleman karena dia meyakini bahwa lingkaran tanaman tersebut adalah pasti buatan manusia dan bukan merupakan fenomena antariksa. [5] [6]

Greater Jakarta Persiapan Jadi Negara Maju


VIVAnews - Greater Jakarta dianggap sebagai cara untuk mempersiapkan Indonesia menjadi negera maju pada kurun waktu 2015 hingga 2020 nanti. Pengembangan wilayah ibukota merupakan langkah awal untuk mewujudkan hal ini.

Meski konsep Greater Jakarta belum dibicarakan secara menyeluruh, tapi gagasan ini sebagai upaya agar Indonesia siap untuk masuk dalam jajaran negara maju. 

Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mempersiapkan seluruh sumberdaya yang dimilikinya untuk mengembangkan keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membangun ibukota dengan konsep Greater Jakarta.

Menurut Rektor ITB, Akhmaloka, pengembangan wilayah itu melingkupi daerah Purwakarta, bagian barat hingga daerah Banten, dan wilayah selatan sampai Sukabumi.

"Presiden minta ITB, karena kami universitas yang fokus pada bidang sains dan teknologi. Ahli tata kota, ahli infrastruktur, ahli jalan, komunikasi akan dipersiapkan," ujarnya saat berbincang dengan VIVAnews.com.

Ditambahkan Akhmaloka, memang perlu ada kajian yang menyeluruh dan mantang. Dengan Greater Jakarta, presiden ingin memperluas pusat perdagangan, dan serta industri, sehingga produktivitasnya juga ikut diperluas dan menjadi besar.

"Memang sebetulnya tidak detail, tapi bagaimana kesiapan Indonesia untuk memasuki abad 21 masuk jajaran negara yang maju itu keinginan presiden," ujarnya.
Program Greater Jakarta mengingatkan pada konsep pembangunan Malaysia juga memilih jalan memperluas ibukota sebagai jalan keluar. Kuala Lumpur dibangun menyatu dengan sejumlah kota di sekitarnya. Rencana itu menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai Program Tranformasi Ekonomi Malaysia.
Program ini adalah roadmap pembangunan negeri jiran itu yang diluncurkan Oktober 2010. Dari roadmap itu, rencana pembangunan Kuala Lumpur dimasukan dalam bab tersendiri.  Dalam bab itu dijelaskan bahwa Kuala Lumpur akan terhubung dengan Putrajaya, Shah Alam, Petaling Jaya, Klang, Kajang, Subang Jaya, Selayang, Ampang Jaya dan Sepang.
Bila penduduk menyebar ke sejumlah kota itu, pemerintah akan menata Kuala Lumpur menjadi kota yang memenuhi standar kesehatan dunia, tapi juga memanjakan kaum yang suka belanja dan pengemar hiburan.
Ada tiga cara yang akan dilakukan. Pertama, kota Kuala Lumpur yang memiliki dua sungai dan waterfront, akan dibangun sebagai pusat belanja dan komersil.
Malaysia akan mengembangkan pusat kota Kuala Lumpur yang memiliki dua sungai dan waterfront sebagai pusat komersial dan belanja. Mendukung rencana itu maka akan dilakukan peremajaan sungai dan pembangunan kembali kawasan sekitarnya.
Kedua, memperluas kawasan terbuka hijau. Dari  12 meter persegi per kapita menjadi 16 meter persegi per kapita. Ini sesuai dengan standar WHO. Peningkatan kawasan hijau akan meningkatkan kualitas hidup.
Ketiga, beberapa aset alami kawasan Kuala Lumpur  seperti Penjara Pudu dan stasiun kereta dalam kota, akan diubah menjadi tempat atraksi.
• sumber:  VIVA news

Senin, 24 Januari 2011

SMK N 36 JAKARTA

SMK Negeri 36 Jakarta merupakan sebuah sekolah menengah kejuruan unggulan di Indonesia khususnya di DKI Jakarta dalam bidang Kelautan/Pelayaran. Sekolah ini juga dikenal sebagai sekolah dengan disiplin yang tinggi karena menerapkan disiplin ala semi militer. SMK ini terletak di Jalan Baru Kosambi III, Cilincing, Jakarta Utara, Indonesia. SMKN 36 Jakarta biasa juga disebut dengan "KYU". Disebut "KYU" karena dahulu SMK Negeri 36 Jakarta bernama STM Negeri 9 yang diambil dalam bahasa Jepang. Dan hingga saat ini masih dikenal dengan "KYU" karena 3+6=9.
SMKN 36
Program Kejuruan SMK Negeri 36 Jakarta
  • Agribisnis Perikanan (AP)
  • Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI)
  • Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI)
  • Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
  • Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
  • Teknik Pemesinan (TP)
  • Teknik Alat Berat (TAB)
SMK Negeri 36 Jakarta memiliki beberapa keistimewaan, antara lain:
  • Menerapkan disiplin semi militer, sehingga SMK Negeri 36 Jakarta dikenal akan kedisiplinannya.
  • Menerapkan sistem SP bagi setiap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa/siswi, berlaku selama menjadi siswa/siswi SMKN 36 Jakarta, sebaliknya bagi siswa/siswi yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik akan diberikan beasiswa.
  • Bagi siswa/siswi yang melakukan 4 hal yang melanggar, seperti berkelahi, mencuri, mengedarkan narkoba, dan lompat pagar akan langsung di keluarkan (DO) pada saat itu juga.
  • Dilarang membawa kendaraan bermotor ke sekolah, jika tidak memakai helm dan tidak membawa surat-surat kelengkapan bermotor.
  • Merupakan sekolah yang membuat dan menerbitkan Majalah SMK Updates setiap bulannya dan telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Dari wawancara, penyusunan, pengeditan dan lain sebagainya dilakukan oleh siswa/siswi SMKN 36 Jakarta.(sumber:smkn36jakarta.sch.id)

Minggu, 23 Januari 2011

FIFA World Cup 2014
Copa do Mundo da FIFA
Brasil 2014
Brazil2014.png
Logo resmi Piala Dunia FIFA 2014
Informasi turnamen
Tuan rumah  Brazil
Tanggal 13 Juni – 13 Juli
Tim peserta 32 (dari 6 konferederasi)
Tempat penyelenggaraan 12 (di 12 kota)
2010
2018

Piala Dunia FIFA 2014 adalah Piala Dunia FIFA ke-20 yang putaran finalnya berlangsung di Brasil. Ini adalah kedua kalinya Brasil menyelenggarakan turnamen ini (setelah 1950). Turnamen ini juga merupakan Piala Dunia FIFA pertama yang diselenggarakan di Amerika Selatan sejak Argentina 1978. Sebelumnya tidak ada negara Amerika Selatan yang menyelenggarakan Piala Dunia FIFA lebih dari satu kali. Piala Dunia 2014 akan diselenggarakan di berbagai kota besar di Brasil, dan rencananya kota yang akan menyelenggarakan pertandingan penutupan adalah São Paulo atau Rio de Janeiro

Pranala luar

Rabu, 05 Januari 2011

Republik Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara).[5] Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[6] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.sumber.(wikipedia)

Pulau Komodo


Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

Sejarah

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.
Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com
dan jangan lupa untuk mendukung Pulau Komodo Sebagai New seven Wonder  Sumber.(wikipedia)

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)

All Indonesia Soccer Association
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
 
Founded : 1930
FIFA       :1952
AFC       :1954
Address: Stadion Utama Senayan
Pintu VII Senayan - Jakarta
Principal Stadium: Senayan Main Stadium - Jakarta (110.000)
Other stadium: Mattoangin Stadium - Ujungpandang (35.000)
10th November Stadium - Surabaya (30.000)
Teladan Stadium - Medan (30.000)
Sriwedari Stadium - Solo (30.000)
Senayan Stadium in Jakarta-Indonesia
Picture: Paul Tedjasurya/ "Pikiran Rakyat Daily"-Bandung-Indonesia
It is difficult to accommodate the popularity of soccer in Indonesia into a competition due to geographical situation, as a world's largest archipelago. Nearly 200 million people (spread across more than 10.000 islands, in 1.948.732 sq km) have to compete in one competition, The Indonesian Premier League Competition (Indonesian League) or Liga Indonesia. Beginning 1994/1995, 33 clubs compete in Liga Indonesia.
Back to the early  days, it was the Dutch who introduced soccer to Indonesia. And amazingly, Indonesia surfaced in the final rounds of two big soccer competition, the soccer World Cup and Olympic Games.
In 1930, six county from al over the country formed own  competition in Medan (North Sumatera), Surabaya (East Java), Semarang (Central Java), Bandung (West Java),  East (Sulawesi Island, Maluku, Sunda Kecil), and Bardjarmasin (Kalimantan).  They are all affiliated to NIVU (Netherland's India Football Association).
Meanwhile The All Indonesian Soccer Federation - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia - was founded in Yogya also that year on Saturday, April 19-1930. The meeting was held at Societeit Hadiprojo Yogyakarta. Seven County  from all over Java island acted as founding members, which were VIJ (Jakarta) represented by  Soekardi, BIVB (Bandung) represented by Mr. Syamsoedin, MIVB (Magelang) represented by E. Mangindaan, MVB (Madiun) represented by M. Dharsono, SIVB (Surabaya) represented by R. Pamoedji, VVB (Surakarta) represented by Saronto, Soedaryo Tjokrosisworo and Soetarman, and PSM (Yogyakarta) represented by HA Hamid, Daslam, and Amir Noto.
The first chairman  -- elected by voting -- of PSSI  was Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Three names were there to choose for the new organization, 1. PSSI (Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia), 2. INVB (Indonesische National Voetbal Bond), 3. PVBI (Persatuan Voetbal Bond Indonesia). Sometime earlier, an organization of Indonesian Football, called IVB (Indonesische Voetbal Bond) was born in Surabaya, but in Yogyakarta delegation from Surabaya decided to disperse IVB and then joined the new organization. All delegates named their  new organization as PSSI.  And the first committee of PSSI  was:
 
   
 
 
Chairman: Ir. Soeratin Sosrosoegondo 
Vice Chairman: H.A Hamid 
Secretary I: R.Md Amir 
Secretary II: R. Soetjitro 
Treasurer; Anwar Noto 
Commissioner of Central Java (in Solo): Sastrosaksono 
Commissioner of Wet Java (in Bandung): R Atot Soeriawinata 
Commissioner of East Java (in Surabaya): Mr. Dr. Ng.Soebroto 
Competition chief: T. Soetarman 
Promotion: R. Soedaryo Tjokrosisworo 
Consul: Sjamsoedin (Jakarta), Soetarman (Surakarta), and R. Pamoedji (Surabaya)
 
And until the Dutch left Indonesia after World War II, and Indonesia Independence Day in 1945, there were still two governing body - PSSI and NIVU -- of Indonesian soccer
 
 
As Dutch Indies, a representative team of the colonial "Nederland Indische Voetbal Unie" (NIVU)  
qualified for the 1938 World Cup in France but was defeated in the first round.
Private Documentation
Nederland Indische Voetbal Unie (NIVU) team which played at 1938 World Cup final round. From left to right (front): Telwe, Hukom, Pattiwael, Soedarmadji, Tan See Han and Hong Djin.  Back row: Anwar, Dorst, Bing Mo Heng, Van der Burg, Faulhaber.*
 
In 1949, the new goverment of Indonesia establish the name of the association as PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) and introduced the first PSSI national championship in 1951. The first champion of Indonesia was Persebaya of Surabaya (East Java).
Still in 1951 PSSI made its international debut at Asian Games in New Delhi. But they were losing to India, Afghanistan, Burma, and Iran. Anyway, the first win arrived when on the way home from New Delhi they  defeated Singapore Selection 4-1 in Singapore. It was the first win for Indonesian National Team and followed by friendlies win over Hongkong and Phillippines 4-1 and  5-0 in 1953. Later that  year PSSI lost 0-2 at  Senayan Main Stadium Jakarta to Yugoslavia national team, but the experience kept  the players sharper than before and  ready for the next big step, Olympic Games.
In 1956, Indonesia went through to the final rounds of the Olympic Games in Melbourne, -- and did the unthinkable -- held mighty Russia to a scoreless draw before losing the replay 0-4. Among the player of Russian team was their famous goalkeeper, Lev "the Black Spider" Yashin. These were absolutely two great moments in Indonesian soccer history. And the man behind the scene of history was a Yugoslav master coach,  Tony Pogaknik.
Though Senayan Main Stadium in Jakarta is the largest stadium in South East Asia, the national team record never been that big. Indonesian national team has been unsuccessful in qualifying for the World Cup. And since 1956, the national team never reach the final round of Olympic Games.
Still staging amateur competition since the early days, PSSI launched the first Premier League called Galatama or the semipro league back to 1981. The first champions of this competition was Warna Agung-Jakarta with their very talented and star player, Indonesian international, Ronny Pattinasarani.
**
In 1985, Indonesia had the best World Cup qualifying series since appeared as Dutch Indies team in World Cup 1938 in France final round. After overcome India, Thailand, and Bangladesh in Group-3 sub group B, Indonesia went through, only to found the South Koreans were the better team. Indonesia lost both home and away game to the World Cup Cup finalist.
Beginning season 1993/1994, the amateur Premier League and Galatama were blent into one competition called Liga Indonesia or Indonesian Premier League.  It proved  very important to Indonesian soccer after so many years of [useless] competition behind the scene between amateur and semi-pro official.
And the first champions of the competition was Persib-Bandung from West Java. On the following season, another club from West Java, Bandung Raya won the competition. But both Persib and Bandung Raya were defeated in the Asian Champions Cup and Asian Winners Cup (as Bandung Raya preffered to let runner-up team, PSM Ujungpandang played in Asian Champions Cup that year).***